Pentingnya Mengetahui Motif Batik Agar Tidak Salah Penempatan

batik

Hampir semua rakyat Indonesia dipastikan memiliki batik untuk di pakai pada acara formal dan informal. Tapi tahukah Anda, bahwa ternyata mengenakan batik tidak boleh asal begitu saja. Berdasarkan sejarah dan teknik pembuatannya, terdapat ratusan motif batik yang mengandung filosofi didalamnya.

Misalnya saja, batik motif slobog dikhususkan untuk melayat orang meninggal. Berdasarkan filosofi tersebut, ternyata betapa pentingnya mengetahui motif batik agar tidak salah penempatannya, terutama dalam menghadiri acara tertentu.

Sejarah Batik

Batik merupakan sebuah karya seni yang diproses melalui goresan gambar pada kain yang membentuk corak dan bervariasi warna. Berdasarkan catatan sejarahnya, batik Indonesia sudah ada sejak zaman kerajaan Sriwijaya sebagai kesenian istana. Beralih ke masa penjajahan, seni membatik banyak digeluti kaum wanita sebagai ketrampilan dan pekerjaan yang menghasilkan.

Seni membatik saat itu masih dikerjakan secara manual dengan menggunakan alat canting dan di kenal dengan nama batik tulis. Proses pembuatan batik tulis pada umumnya membutuhkan waktu yang sangat lama sekitar 3 bulan.

Baca juga:  Tari Gambang Semarang

Era kemerdekaan, seni membatik pun turut mengalami pembaharuan. Selain batik tulis, terdapat pula teknik membatik dengan cetakan khusus dan di kenal sebagai batik cetak. Proses pengerjaannya pun lebih cepat yaitu memakan waktu hanya dalam 3 hari. Namun, baik batik tulis dan batik cetak hingga saat ini masih menggunakan bahan utama yang sama yaitu malam dan akar wangi.

Filosofi Motif Batik

Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa motif batik mengandung filososi atau makna. Di bawah ini terdapat beberapa motif batik yang paling sering di gunakan masyarakat Indonesia.

1. Batik Kawung

Motif kawung zaman dahulu dikhususkan untuk kaum wanita untuk di pakai saat adat pernikahan. Kawung sendiri berasal dari bahasa Sunda yang artinya kolang-kaling. Oleh sebab itu berdasarkan namanya, batik kawung bergambar seperti buah kolang kaling yang di belah melintang menjadi 4 bagian.

Baca juga:  Tari Topeng Cirebon

2. Batik Gurda

Ciri khas batik motif Gurda adalah motif bergambar burung garuda dengan 2 sayap lebar yang
mengepit badan dan ekornya. Masyarakat Jawa zaman dahulu memaknai batik Gurda sebagai lambang kegagahan. Motif Gurda banyak di kenakan kaum pria.

3. Batik Parang Rusak

Motif Parang Rusak sering digunakan saat upacara keagamaan pada zaman dahulu. Motif ini
berfilosofikan sebagai simbol kehati-hatian manusia dalam mengendalikan dirinya. Batik parang rusak cocok dikenakan saat acara formal.

Selain ketiga motif di atas, motif lain yang sering digunakan dan cocok untuk acara formal adalah motif ceplokan, parikesit dan sido luhur. Namun ada satu motif yang pada zaman dahulu dipercaya untuk menyembuhkan penyakit yaitu motif tambal.

Batik lebih sering digunakan masyarakat Indonesia pada saat acara resmi. Namun tahukah Anda bahwa batik memiliki ragam motif yang didalamnya terkandung filosofi hidup dalam pemakaiannya.

Baca juga:  Mengasah Ketrampilan Melalui Origami dan Kirigami

Oleh sebab itu pentingnya mengetahui motif batik agar tidak salah penempatannya saat menghadiri acara tertentu.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *